Hello :)

Hello :)
Welcome to Ma Blog :)

Senin, 25 Februari 2013

Senandung hujan~


Aku duduk di samping jendela..
tetesan – tetesannya luruh satu satu membentuk genangan ..
lalu genangan itu membentuk bulatan kecil bersenandung lirih
Diamnya seakan mewakili banyak lagu

Aku masih duduk di samping jendela
masih menonton musik orkestra yang seakan diam tapi bersuara
Orkestra hujan

Bulatan yang tercipta dari genangannya
seakan menambah calssic konser orkestra itu
Dengan bulatan bak angkuhnya ballerina di tengah hujan

Aku diam dan terpukau dengan tarian angkuh berpesona
Selayaknya angsa yang merajai kolam teratai
Dan masih diam dengan pesona tak bertuannya
Aku masih suka hujan
tetesannya sekarang membentuk teatrikal alami tentang senyum dan kesedihan
tetesan lembut beningnya seakan dapat berpijak kemana saja ia luruh
bisa jadi tetes kesedihan
ataupun tetes kebahagiaan yang lumer dalam diamnya

Aku suka hujan ..
Sama seperti aku menyukai tetesan klasik diam bersahajanya
Dalam diam,
Aku masih di sini
mencoba mendengar apa yang di sampaikannya
Mencoba mengerti apa yang di isyaratkan
Mencoba menerima apa yang di berikan

Aku masih diam dan mendengar senandung hujan tak bertuan
Lalu , nanti saat pertunjukkan bening berhenti
Aku siap memberikan tepuk tangan tulus dan senyum dalam diam
Untuk hujan tak bertuan

Untuk Senandung hujan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar