Ia terduduk, lemas..menyembunyikan kepalanya di
dalam pelukan lengannya sendiri. Aku di sini memprhatikannya dalam diam.
Sesuatu terjadi? Entah .. seperti biasa. Aku hanya bisa menerka apa yang dia
rasakan. Seperti biasa juga aku memperhatikan ia yang tak tahu jika sedang ku
perhatikan. Aku memperhatikannya dalam diam. Mencoba mengingat dan menerka apa
yang dia rasakana,menerka apa yang membuatnya tertawa, sedih, bingung, panik,
dan lainnya. Lalu perlahan, aku mulai menghafal kebiasaannya. Menghafal dalam
diam, tanpa tahu dan tanpa susah untuk berharap.
Aku
masih diam di sini. Sekedar untuk bertanya saja rasanya kelu. Aku bertanya
dalam diam. Hanya bersuara dalam hati, mendengar dan menjawab sendiri. Otakku sibuk berpikir apa yang ia rasakan,
masalah apa yang membuat wajah manisnya keruh tapi tetap menggemaskan. Mataku
sibuk meneliti apakah sebentar lagi ada tetes air mata yang tutun dan membasahi
pipi tembamnya, Dan mulutku sibuk bergerak ta kata. Mnggumam, dengan gumaman
yang aku tak tahu apa artinya. Gumaman khawatir? Iya. Mungkin ....
Dan
akhirnya, ia tegakkan keplanya. Ya !! Wajah keruhnya itu perlahan beralih
menjadi tanpa expresi. Terlihat rasa
lelah yang terukir dan bertengger manis di wajahnya. Apa yang ia lakukan
semalam? Kantung mata menghiasi mata sipitnya. Bibir kecilnya sekarang
bersungut dan di majukan beberapa senti. Seperti biasa saat ia merasa lelah
atau bosan. Ia Telungkupkan lagi kepalanya, Lalu beberapa detik kemudian ia
tegakkan lagi. Hah... dengan wajah lelah itu kau masih bisa tampak menggemaskan
? Rasanya ingin mengacak rambutnya. Lucu.
Saat
entah yang keberapa kali ia tegakkan kepalanya, Ia menoleh ke pintu. Pelan –
pelan senyum kecil terukir di bibirnya. Secara tak sadar membuatku ikut menoleh
ke arah pintu itu. Sosok itu masuk, dan berjalan ke bangkunya. Mengacak sedikit
rambutnya, dan membuat senyum di bibirnya mnjadi bertambah lebar sebelum
akhirnya senyum itu brubah menjadi tawa lebar tanpa beban. Ya.. sosok itu,
selalu bisa membuatmu tertawa...
Aku
tersenyum pahit. Diam dan mentertawakan diriku sendiri. Aku menelungkupkan
wajahku seakan ingin menyatu dengan meja. Aku diam,, menikmati kecemburuanku ..