Jika air mata bisa habis, lalu siapa yag akan menemani
rasa sesak yang keluar? Jika air mata bisa habis, lalu bagaimana mengungkapkan
rasa sesak yang teramat sangat? Jika air mta bisa habis, lalu apa yang akan
menjadi lambang kekuatan yag terlalu letih untuk di tahan ? Beberapa kali, ia
bertanya Jika saja air mata bisa habis. Tapi ia tak pernah tau jawabannya. Tak
pernah tau apa yang terjadi. Ia berteman dengan air mata. Air mata letih yang
keluar karena tau ia terlalu lelah berthan dengan sesak.
Ia terdiam,menuliskan beberapa
kalimat yang sama “Jika Air Mata Bisa Habis” semakin lama ia menulis kalimat
yang sama, semakin bingung ia kan menjawab. Ia selalu seperti ini. Saat ia tak
bisa menahan air matanya yang memberontak keluar, Ia selalu memikirkan pertanyaan
yang tak ia tak pernah tau jawabannya itu.
Ia terrdiam. Mengapa saat ia
menangis ia terlalu letih menghitung
tetesan sesak yang keluar bersama puluhan tetes air mata ? Jika Ia bisa
menghitung tetesan itu, sudah berapa banyak tetes air mata yang menemani ?
tetes hangat yang tersa perih saat kluar. Entah, perih yang asalnya darimana.
Ia tak tahu kenapa dan untuk apa menangis. Yang ia tahu, kenapa air mata selalu
menemani persaan sesaknya? Tidakkah air mata itu letih untuk keluar? Tidakkah
ia ingin diam saja dan berhenti lalu membiarkan rasa sesak itu terasa dan tak
berkawan?
Ia masih menangis, saat bunyi
ringtone tanda pesan singkat masuk ke handphonennya. Pesan singkat. “Sedang
apa?” Ia menahan isaknya. Lalu membalas “lg tiduran :D hehe..kenapa?”. Lalu ia
lanjtkan lagi tangisnya. Mengapa saat
tetes air mata itu keluar, iatak bisa jujur dan berkata “sedang menangis” ?
Akankah tetes air mata itu mengajarkan kebohongan ? atau ia berusaha ntuk
menemani tanpa terlihat?
Ia menangis.. masih menangis. Tapi
kali ini sambil tersenyum. Iamenulis kalimat itu lagi “Apakah airmata bisa habis?” lalu ia tulis
beberapa kalimat sebagai jawaban. Ia sudah tau jawabnnya. “Untuk apa bertanya ?
aku tau tau air mata kan selalu ada. Menemani rasa sesak yang terlalu letih
atau rasa riang yang membuncah.”
Lalu menurutmu, apakah air mata bisa habis ??
Lalu menurutmu, apakah air mata bisa habis ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar