Hello :)

Hello :)
Welcome to Ma Blog :)

Jumat, 15 November 2013

Jika Air Mata Bisa Habis ...

                Jika air  mata bisa habis, lalu siapa yag akan menemani rasa sesak yang keluar? Jika air mata bisa habis, lalu bagaimana mengungkapkan rasa sesak yang teramat sangat? Jika air mta bisa habis, lalu apa yang akan menjadi lambang kekuatan yag terlalu letih untuk di tahan ? Beberapa kali, ia bertanya Jika saja air mata bisa habis. Tapi ia tak pernah tau jawabannya. Tak pernah tau apa yang terjadi. Ia berteman dengan air mata. Air mata letih yang keluar karena tau ia terlalu lelah berthan dengan sesak.
            Ia terdiam,menuliskan beberapa kalimat yang sama “Jika Air Mata Bisa Habis” semakin lama ia menulis kalimat yang sama, semakin bingung ia kan menjawab. Ia selalu seperti ini. Saat ia tak bisa menahan air matanya yang memberontak keluar, Ia selalu memikirkan pertanyaan yang tak ia tak pernah tau jawabannya itu.
            Ia terrdiam. Mengapa saat ia menangis  ia terlalu letih menghitung tetesan sesak yang keluar bersama puluhan tetes air mata ? Jika Ia bisa menghitung tetesan itu, sudah berapa banyak tetes air mata yang menemani ? tetes hangat yang tersa perih saat kluar. Entah, perih yang asalnya darimana. Ia tak tahu kenapa dan untuk apa menangis. Yang ia tahu, kenapa air mata selalu menemani persaan sesaknya? Tidakkah air mata itu letih untuk keluar? Tidakkah ia ingin diam saja dan berhenti lalu membiarkan rasa sesak itu terasa dan tak berkawan?
            Ia masih menangis, saat bunyi ringtone tanda pesan singkat masuk ke handphonennya. Pesan singkat. “Sedang apa?” Ia menahan isaknya. Lalu membalas “lg tiduran :D hehe..kenapa?”. Lalu ia lanjtkan lagi tangisnya.  Mengapa saat tetes air mata itu keluar, iatak bisa jujur dan berkata “sedang menangis” ? Akankah tetes air mata itu mengajarkan kebohongan ? atau ia berusaha ntuk menemani tanpa terlihat? 

            Ia menangis.. masih menangis. Tapi kali ini sambil tersenyum. Iamenulis kalimat itu lagi  “Apakah airmata bisa habis?” lalu ia tulis beberapa kalimat sebagai jawaban. Ia sudah tau jawabnnya. “Untuk apa bertanya ? aku tau tau air mata kan selalu ada. Menemani rasa sesak yang terlalu letih atau rasa riang yang membuncah.”

            Lalu menurutmu, apakah air mata bisa habis ?? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar