Gadis itu berharap , ketika bangun keesokan paginya ia akan ingat bagaimana cara tersenyum .. Tapi mungkin rasa sakit yang sekian lama ia pendam sudah membuatnya lupa bagaimana dan apa arti tersenyum .. Jadi ia hanya berharap bisa bangun keesokan harinya dan dapat menggelitik manja sinar matahari dalam diam .. Ia senang menyongsong hujan .. karena saat hujan , Ia dapat menangis sepuasnya tanpa ada orang yang tau .. Ia tau, tangisnya akan mengalir bersama derasnya hujan yang mengguyur.. Ia tak suka ada orang yang memandang iba . Ia berusaha terus mengangkat dagu ketika berjalan . Tak ingin menunduk dan mengingat masa lalu .. Seakarang, ia berjalan menyusuri pantai .. ia memejamkan matanya dan merasakan hentakan ombak halus di kakinya .. Ia terduduk di tepian .. Angannya seakan berjalan mundur di waktu lalu ..
Saat itu dia masih mempunyai sepasang sayap putih berbulu halus . Seakan sayap itu bisa membawanya terbang ke segala tempat .. Ia terduduk dan menatap ombak sambil tersenyum .. Rasanya ia bisa menatap apa saja sambil terus menyungging senyum ..Sampai saat itu .. Seseorang memathkan sayap halusnya yang ia bangakan dan membawanya pergi .. Ia masih bisa tersnyum , tapi tetesan air matanya tak henti mengalir .. Ia mencari sebelah sayapnya yang entah di bawa peergi siapa dan kemana . Tapi tak kunjung ia temukan .. Maka , ia berfikir , tak ada gunannya mempunyai sebelah sayap yang tak berpasang . Ia melepas sebelah sayapnya yang tinggal dan memtahkannya dengan paksa .. lalu ia hanyutkan saat deburan ombak tinggi menerjang kasar kakinya .. Ia melepas sebelah sayapnya sekaligus melepas senyum tulus manisnya ..
Ia terhentak saat angin laut mulai dingin menerpa kulitnya .. Ia bangun, membersihkan pasir yang menmpel di bajunya dan berjalan sambil mengangkat dagu .. Tak sengaja, ia melihat sehelai bulu putih halus bertangkai lentik . Ia menunduk, mengambilnya , dan berjalan ke arah ombak . Melepasnya , lalu mulai berjalan lagi .. Ia merindukan sebelah sayapnya .. Bukan ! Ia merindukan saat sayapnya masih berpasang .. Ia tak ingin sebelah sayap .. Yang ia inginkan sayapnya berpasang lagi . hanya sepasang sayap . Sebelah sayap yang di milikinya dahulu .. Tiba tiba ia terhenti .. tetes air mata membasahi pipinya yang tirus kemerahan .. Ia lalu sadar . Pengharapannya hanya satu : mengambil lagi sebelah sayapnya .. dan ia tau sebelah sayap yang ia mau di bawa pergi seseorang yang menyakitinya . Ia tak peduli , biarlah ia mencari sebelah saypnya yang di bawa pergi sambil menunggu waktu menumbuhkan sayap baru di bahunya . Yang lebih bersih , kokoh , dan halus . Ia berharap , waktu kan mengapus tangisnya dan mengingatkannya bagaimana cara tersenyum . Untuk sayap yang baru .