Aku membuka sedikit album account sosial lamaku. Menelitinya sedikit
demi sedikit, tertawa dan kadang bingung dengan apa yang aku lakukan dengan teman – temanku dulu.. Gaya ku yang dulu ku pikir ngtren sekarang
malah terlihat aneh dan konyol di mataku.
“Labil” . Begitu kataku dalam hati sambil tersenyum.. Melihat apa yang
dulu dengan polos ku kerjakan membuatku merindukan banyak hal.. Banyak ...
Jemariku berlanjut meggerakkan
mouse. Ku klik gambar pesan. Entah berapa pesan yang terdapat di dalamnya.
Pesan yang ku lihat pertama adalah pesan – pesan lucu yang membuatku merasa
aneh dan geli. Entah apa yang ku bicarakan dengan sahabat-sahabku itu dulu.. Di
tambah tulisan yang sedikit aneh .. Aku
tertawa dan mencoba mengingat – ingat. Aku semakin menggerakkan roll itu ke
bawah. Sembari tertawa saat ada beberapa kejadian lucu yang ku ingat saat
membuka pesan – pesan lama itu ..
Hingga akhirnya, tak terasa
muncul sebuah nama yang tak asing. Sedikit ragu ku klik tombol “open”. Ada rasa
sedikit sesak saat membukanya. Tulisan – tulisan itu, emot lucu khas remaja
juga menghiasi pesan yang kukirim atau
pesan yang ia kirim. Tidak butuh waktu lama untuk mengingat apa yang kami
bahas. Karena aku selalu mengingat hampir semua detail sekeping cerita ini ..
Caranya menulis namaku dan berapa titik yang dia gunakan saat ingin menggambarkan
wajahnya yang memelas di sana. Atau berapa tanda seru yang dia gunakan saat
menegaskan dirinya yang sedang marah atau kesal karena apa yang aku
lakukan. Air mataku sudah tergenang dan memaksa untuk keluar. Tapi entah kenapa
tetesan – tetesan yang sudah mengumpul itu masih tertahan dan tak jadi turun.
Beberapa tulisan kecil itu membuatku tersenyum.. Entah, aku tersenyum untuk
apa.
Aku berjalan mundur sampai
tulisan itu kosong dan tak muat untuk di tampilkan. Dan akhirnya aku kembali ke
pesan terbaru yang terkirim. Beberapa tahun lalu.. Aku merasakan sesak yang
mulai merambat. Ingin menangis.. tapi apakah berguna? Aku tersenyum. Tanganku dengan cepat menggerakkan mouse dan
menekan tombol delete pada pesan itu. Itu masa laluku bukan? Walaupun aku
berharap bisa memasukkan sedikit saja kenangan itu ke dalam kantong sakuku,
tetap saja terkadang kantong itu terlalu penuh dan berganti dengan kenangan-
kenangan baru. Aku pastiu bisa berjalan ke depan. Tanpa menoleh ke belakang
tapi mungkin bisa melirik ke belakang.
Aku membuka account blog dan ingin menuliskan sesuatu. Ingin ku tuliskan sebuah cerita hari ini yang
mungkin sama dengan ceritamu. Lalu, jariku bergerak mengetik huruf – huruf di
keybord. Dan mulai menulis.. beberapa paragraf sampai akhirnya aku tersadar
belum menuliskan judulnya.. lalu ku ketikkan beberapa kalimat .... “Halo masa
lalu, bolehkah aku menyapamu sedikit? Kadang aku ingin membawamu sejumput dan
ku sembunyikan di dalam sakuku agar tidak ada yang bisa mengganggu dan membuat
titik – titik kenangan itu hilang. Tapi aku akan berjalan terus ke depan .. dan
saat aku lelah aku akan menoleh sebentar tapi tak akan melagkah mundur. Aku
membawa kepingan rindu dan mungkin akan ku rangkai dengan beberapa lem
cerita.Aku akan terus berjalan maju. ”
Lalu aku menulis judul dan mngklik tombol “posting” ...
oke, ini ceritanya agak ga jelas -_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar