Lanjutan cerpen asal yang kemarin~ (muehehehehe XP)
Aku berjalan perlahan sambil memegang kanvas. Tidak lupa
beberapa kuas ukurandengan ukuran yang berbeda dan beberapa cat minyak dengan warna dasar dan netral aku
letakkan dalam tas mungil yang ku bawa. Angin sepoi bertiup dan dengan nakalnya
memainkan gamis merah mudaku. Aku mencari temapt duduk yang pas dan mulai
menyandarkan kanvas pada sandarannya. Aku bingung akan melukis apa hari ini.
Lalu, tanpa sengaja bayangan pemuda itu dengan jahilnya terpampang jelas di
benakku. Aku melukis, gerak tanganku seakan lancar membentuk sketsa wajahnya.
Sampai saat ini aku masih belum tau namanya, “ Pemuda di bawah hujan” sebutanku
untuknya .Hahahaha, aku tesenyum sendiri mengingat betapa konyolnya fikiranku.
Aku terdiam sebentar.. Mengingat lagi bagaimana detail wajahnya yang tersenyum
saat memotret padang bunga itu. Lalu, beberapa menit kemudian sketsa pemuda itu
dengan tampak samping selesai ku buat. Aku tersenyum lagi.
Aku mulai memainkan kuas dan mencampur warna , beberapa
tetes cat mengenai jemariku. Aku suka saat cat – cat itu membercak dan
terkadang membentuk suatu pola. Rasa tenang saat melukis membuatku tidak
menyadari sekitarku, lalu tanpa sengaja saat berfikir warna apa yang akan ku
poleskan lagi, aku melihatnya.Sedang memegang kamera. Kameranya entah tanpa sengaja
tertuju ke arahku . Terbesit rasa GR
dalam benakku, mungkinkah ia memotretku ? lalu saat ku lihat lebih jelas ..
Arah kamera itu ternyata tertuju pada bunga lili di sampingku. Aku tertunduk .
Malu ....
****
Aku sedang menunggu gadis itu. Cuaca lumayan cerah hari ini.
Rasanya membosankan menunggu tapi tau
yang di tunggu tidak tau sedang di tunggu. Kau mengerti maksudku ? sudahlah
mungkin kau tak mengerti. Sama seperti aku yang tidak mengerti rasa yang sedang
bermain di dalam hatiku. Ada perasaan berdesir saat melihatnya pertama kali
melukis di padang bunga itu. Kerudung orangenya yang panjang, seakan bermain
dan menari mengikuti arah angin sepoi yang menerpanya pada saat itu. Tapi
wajahnya yang tenang dan mencerminkan keteduhan tetap terlihat berwibawa dengan
wajahnya yang tertunduk itu. Ada senyum yang tersembunyi dan tidak sengaja ku
tangkap. Dan sampai sekarang, masih belum terlepas walaupun tidak ku
sangkarkan.
Aku memotret asal dandelion yang mulai menerbangkan
benihnya. Ada rasa damai saat aku bisa memotret momen – momen indah sederhana
seperti ini, Lalu aku mulai memotret lagi .. dan lagi , dan tanpa sengaja,
lensa kameraku menangkap siluet seorang gadis manis berjilbab merah muda yang
entah sedang melukis apa. Tanganku tergerak memotretnya. Tidak berhenti .
Sampai ia menoleh ke arahku. Aku langsung mengalihkan arah kameraku ke bunga
lili di dekatnya. Lalu pura – pura sibuk mengambil gambar. Hasilnya, gambar
yang ku dapat tidak fokus sama sekali. Benarkah dia melihat ke arahku ? entah
.. Aku malu .......
*******
Lanjut? :O
Tidak ada komentar:
Posting Komentar