Hello :)

Hello :)
Welcome to Ma Blog :)

Senin, 25 Februari 2013

Senandung Hujan (Capt2)


Lanjutan cerpen asal yang kemarin~ (muehehehehe XP)

Aku berjalan perlahan sambil memegang kanvas. Tidak lupa beberapa kuas ukurandengan ukuran yang berbeda dan beberapa  cat minyak dengan warna dasar dan netral aku letakkan dalam tas mungil yang ku bawa. Angin sepoi bertiup dan dengan nakalnya memainkan gamis merah mudaku. Aku mencari temapt duduk yang pas dan mulai menyandarkan kanvas pada sandarannya. Aku bingung akan melukis apa hari ini. Lalu, tanpa sengaja bayangan pemuda itu dengan jahilnya terpampang jelas di benakku. Aku melukis, gerak tanganku seakan lancar membentuk sketsa wajahnya. Sampai saat ini aku masih belum tau namanya, “ Pemuda di bawah hujan” sebutanku untuknya .Hahahaha, aku tesenyum sendiri mengingat betapa konyolnya fikiranku. Aku terdiam sebentar.. Mengingat lagi bagaimana detail wajahnya yang tersenyum saat memotret padang bunga itu. Lalu, beberapa menit kemudian sketsa pemuda itu dengan tampak samping selesai ku buat. Aku tersenyum lagi.
Aku mulai memainkan kuas dan mencampur warna , beberapa tetes cat mengenai jemariku. Aku suka saat cat – cat itu membercak dan terkadang membentuk suatu pola. Rasa tenang saat melukis membuatku tidak menyadari sekitarku, lalu tanpa sengaja saat berfikir warna apa yang akan ku poleskan lagi, aku melihatnya.Sedang memegang kamera. Kameranya entah tanpa sengaja tertuju ke arahku .  Terbesit rasa GR dalam benakku, mungkinkah ia memotretku ? lalu saat ku lihat lebih jelas .. Arah kamera itu ternyata tertuju pada bunga lili di sampingku. Aku tertunduk . Malu ....
****
Aku sedang menunggu gadis itu. Cuaca lumayan cerah hari ini. Rasanya membosankan menunggu tapi  tau yang di tunggu tidak tau sedang di tunggu. Kau mengerti maksudku ? sudahlah mungkin kau tak mengerti. Sama seperti aku yang tidak mengerti rasa yang sedang bermain di dalam hatiku. Ada perasaan berdesir saat melihatnya pertama kali melukis di padang bunga itu. Kerudung orangenya yang panjang, seakan bermain dan menari mengikuti arah angin sepoi yang menerpanya pada saat itu. Tapi wajahnya yang tenang dan mencerminkan keteduhan tetap terlihat berwibawa dengan wajahnya yang tertunduk itu. Ada senyum yang tersembunyi dan tidak sengaja ku tangkap. Dan sampai sekarang, masih belum terlepas walaupun tidak ku sangkarkan.

Aku memotret asal dandelion yang mulai menerbangkan benihnya. Ada rasa damai saat aku bisa memotret momen – momen indah sederhana seperti ini, Lalu aku mulai memotret lagi .. dan lagi , dan tanpa sengaja, lensa kameraku menangkap siluet seorang gadis manis berjilbab merah muda yang entah sedang melukis apa. Tanganku tergerak memotretnya. Tidak berhenti . Sampai ia menoleh ke arahku. Aku langsung mengalihkan arah kameraku ke bunga lili di dekatnya. Lalu pura – pura sibuk mengambil gambar. Hasilnya, gambar yang ku dapat tidak fokus sama sekali. Benarkah dia melihat ke arahku ? entah .. Aku malu .......
*******
Lanjut? :O

Tidak ada komentar:

Posting Komentar