Hello :)

Hello :)
Welcome to Ma Blog :)

Senin, 09 Desember 2013

Aku Rindu Ibu ..

                Aku menutup layar laptopku . Entah , rasa sesak karena  penat yag bercampur lelah membuatku merasa  menua dengan cepat. Belum lagi orang-orang di sekitarku yang seakan tak mengerti apa yang kumau dan apa maksudku. Mereka yang hanya melihat hasil tanpa melihat proses. Mereka yang hanya ingin menopangku di saat senang tanpa berusaha mendukungku di saat sedih. Mereka dengan senyum palsu dan kebohonga manis yang seakan menjadi  bagian dari dirinya. Bukan lagi topeng yang memisah, tapi sebuah kesatuan. Tidak seperti ibu ..
                Aku melihat layar handphoneku yang menyala. Terlihat ada panggilan masuk di sana. Beberapa kali layar itu menampilkan nama yang sama Tetap tak ku hiraukan. Aku lelah.. penat dengan semua kebohongan yang di paksakan menjadi kenyataan. Dengan gusar ku ambil handphone it. Ingin ku none aktifkan.  9 Desember. Waktu seakan berlalu sangat cepat tanpa di minta. Entah mengapa aku mengingat bulan Desember  saat aku berusia 5 tahun. Lama. Belasan tahun lalu .. Basanya di awal bulan Desember aku mencoba mencari hadiah apa yang akan ku berikanpada ibu pada saat hari ibu. Tanggal berapa itu? Aku lupa. 22 Desember kah ? atau ... 21 Desember? Aku tersenyum.. Dan seiring berjalannya waktu, aku melupakan hal yang ku anggap besar saat masa kanak-kanakku dulu. Seketika rasa sesak mencengkram. Aku rindu ibu .. sangat merindukannya..
                Ibu yang dulu membiarkanku blajar naik sepeda dengan wajah takut tapi tersenyum dan coba meyakinkanku. Ibu yang membiarkanku memanjat pohon mangga yang dengan jahilnya menangkap kupu-kupu aneh warna warni di batangnya, Ibu yang dulu membantuku memotong kuku di jari kiriku saat aku tak bisa menggunakan penjepit kuku itu. Ibu yang saat memotong kukuku dengan urutannya. Jari tengah, lalu jari manis, lalu telunjuk, lalu ? Aku lupa..Padahal aku kecil selalu senang menghafal urutan itu. Ibu yang menceritakan dongeng Kancil dan Buaya sebelum aku tidur siang. Aku ingat, berapaka kalipun ibu mengulang cerita itu, aku tak pernah bosan. Biarpun aku kecil sudah hafal apa yang akan dia katakan saat kancil membohongi buaya dan naik di punggung buaya lalu menjadikannya jembatan. Toh mau hafal atau tidak aku tetap tertidur dengan belaian halus di rambut pndekku dulu. Ibu .. ibu yang .. ibu yang ..
                Terlalu banyak kenangan masa kecil yang entah mengapa menjadi sangat indah sekarang.  Membuat rasa sesak yang mencengkram tadi semakin ketat. Membuatku ingin meneteskan sedikit saja air mata kerinduan. Ibu .. Tahukah ibu ? aku rindu ibu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar