Hello :)

Hello :)
Welcome to Ma Blog :)

Rabu, 20 Maret 2013

Bayang - Bayang Semu


Gadis itu masih di sana.. menapaki pinggiran pantai, duduk, lalu berjalan lagi .. duduk, lalu berjalan lagi .. seperti itu seterusnya.. Sesekali ia membungkuk dan mengambil entah kerang atau apa. Lalu melemparkannya ke pantai .. seakan membuang masalah yang mungkin dia hadapi. Aku masih di sini, melihatnya dan mulai hafal apa yang akan dia lakukan. Semakin melihatnya ada rasa menggelitik dalam hatiku . Sedang apa dia ? Aku berjalan mengikuti langkahnya. Ia tetap menyusuri lekukan pantai, dan aku tetap berjaln di belakangnya. Entah sadar atau tidak, ia tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang. Lalu tiba – tiba ia berhenti.. dan berkata “ jangan mengikutiku jika kamu tidak bisa berjalan di sampingku.. kamu akan berjalan di belakang, lalu di samping , dan akhirnya di depan dan tidak menoleh lagi.. begitu perlakuan semua orang padaku.. ” Tidak mengerti dengan perkataannya, aku hanya diam ..
Ia berjalan lagi.. dan aku mengikutinya.. Dalam diam, aku sibuk bertanya. Gadis ini masih sering berjalan di pinggir pantai. Sama seperti 3 tahun yang lalu .. Tapi dulu, seingatku ia lebih ramah. Dan aku sadar, aku jatuh cinta pada senyum tulusnya..
3 tahun yang lalu .. aku berjalan di belakangnya. Mengikuti kemana ia pergi.. Ucapannya tadi masih sama dengan apa yang aku dengar beberapa tahun lalu. Kata yang sama, kalimat yang sama, intonasai yang sama, juga expresi yang sama .. datar .. tanpa makna..
Saking sibuknya aku dengan fikiranku, aku tidak sadar ia berhenti dan berbalik .. lalu berkata “ Kamu boleh berjalan di belakangku nanti tepat jam satu siang. Sekarang jangan berjalan di belakangku dulu.” Aku terkesiap, entah apa yang dia bicarakan. Tapi aku menurut saja. Aku duduk diam di sampinya. Menahan hentakan halus di dadaku sendiri. Mencoba menikmati deburan ombak , sama seperti dia yang terlihat sangat menikmatinya. Entah berapa menit berlalu dalam keheningan .. Ia bangkit, membersihkan butiran pasir di belakang rok lipatnya dan mulai berjalan lagi . Aku ikut berjalan .. Makin lama, ia berlari.. Aku ikut berlari .. Hingga akhirnya aku merasa lelah dan berkata “ Sampai kapan kau akan berlari? Kau berlari dari siapa ? Kau bisa menceritakannya padaku !” Ia menoleh ke belakang.. Ada raut yang sulit aku artikan di wajah teduhnya.. Rasa lelah ? atau rasa sakit? Entah ,,
Dia duduk, lagi .. dan berkata “ jangan mengikutiku jika kamu tidak bisa berjalan di sampingku.. kamu akan berjalan di belakang, lalu di samping , dan akhirnya di depan dan tidak menoleh lagi.. begitu perlakuan semua orang padaku.. ” aku menoleh ke arahnya .. tapi tetap diam, “ tadi aku berkata : Kamu boleh berjalan di belakangku nanti tepat jam satu siang. Sekarang jangan berjalan di belakangku dulu “ Ia diam sebentar .. “Pada siang hari , bayanganmu yang berjalan di belakangku condong kedepan.. Aku sudah sangat puas berjalan di samping bayanganmu. Bayanganmu tidak akan meninggalkanku bukan? Kamu yang berjalan di belangku .. entah pada suatu hari nanti ,, pasti akan berjalan di depanku.. dengan seorang putri beruntung yang berjalan di sampingmu. Lalu pada akhirnya, seperti biasa.. Aku akan berjalan di belakang dengan bayanganmu. Aku tidak merasa memilikmu, tetapi merasa memiliki bayanganmu. Lebih baik tau bahwa tidak memiliki dari awal daripada akhirnya tau, bahwa yang kamu miliki di awal ternyata semu dan akan pergi... “ Aku diam .. mencerna perkataannya, dan mulai mengerti .. Rasa sakitkah yang ia pendam selama ini? lalu aku berkata “ Jika hanya bisa saling menggenggam bayang – bayang kita masing – masing, lalu kapan menjadi nyata? Harus selamanya semu ?” Ia tersenyum.. dan berkata “ Entah, mungkin kapan .. aku berharap .. bayangan semu itu berubah menjadi kenyataan dan menjemput perasaan nyataku tanpa menyelipkan kepalsuan di dalamnya..” Aku tersenyum .. mulai mengerti, dan menoleh ke arahnya. Ia sekarang sudah bangkit, berdiri, dan berjalan di depanku .. lagi .. Aku masih berjalan di belakangnya, lau aku mempercepat langkahku, dan berlari lalu berjalan di sampingnya.. Aku berkata ..
 “ Aku menjemputmu ....”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar