Gadis itu masih di sana.. menapaki pinggiran pantai, duduk,
lalu berjalan lagi .. duduk, lalu berjalan lagi .. seperti itu seterusnya..
Sesekali ia membungkuk dan mengambil entah kerang atau apa. Lalu melemparkannya
ke pantai .. seakan membuang masalah yang mungkin dia hadapi. Aku masih di
sini, melihatnya dan mulai hafal apa yang akan dia lakukan. Semakin melihatnya
ada rasa menggelitik dalam hatiku . Sedang apa dia ? Aku berjalan mengikuti
langkahnya. Ia tetap menyusuri lekukan pantai, dan aku tetap berjaln di
belakangnya. Entah sadar atau tidak, ia tetap berjalan tanpa menoleh ke
belakang. Lalu tiba – tiba ia berhenti.. dan berkata “ jangan mengikutiku jika
kamu tidak bisa berjalan di sampingku.. kamu akan berjalan di belakang, lalu di
samping , dan akhirnya di depan dan tidak menoleh lagi.. begitu perlakuan semua
orang padaku.. ” Tidak mengerti dengan perkataannya, aku hanya diam ..
Ia berjalan lagi.. dan aku mengikutinya.. Dalam diam, aku
sibuk bertanya. Gadis ini masih sering berjalan di pinggir pantai. Sama seperti
3 tahun yang lalu .. Tapi dulu, seingatku ia lebih ramah. Dan aku sadar, aku
jatuh cinta pada senyum tulusnya..
3 tahun yang lalu .. aku berjalan di belakangnya. Mengikuti kemana ia pergi.. Ucapannya tadi masih sama dengan apa yang aku dengar beberapa tahun lalu. Kata yang sama, kalimat yang sama, intonasai yang sama, juga expresi yang sama .. datar .. tanpa makna..
3 tahun yang lalu .. aku berjalan di belakangnya. Mengikuti kemana ia pergi.. Ucapannya tadi masih sama dengan apa yang aku dengar beberapa tahun lalu. Kata yang sama, kalimat yang sama, intonasai yang sama, juga expresi yang sama .. datar .. tanpa makna..
Saking sibuknya aku dengan fikiranku, aku tidak sadar ia
berhenti dan berbalik .. lalu berkata “ Kamu boleh berjalan di belakangku nanti
tepat jam satu siang. Sekarang jangan berjalan di belakangku dulu.” Aku
terkesiap, entah apa yang dia bicarakan. Tapi aku menurut saja. Aku duduk diam
di sampinya. Menahan hentakan halus di dadaku sendiri. Mencoba menikmati
deburan ombak , sama seperti dia yang terlihat sangat menikmatinya. Entah
berapa menit berlalu dalam keheningan .. Ia bangkit, membersihkan butiran pasir
di belakang rok lipatnya dan mulai berjalan lagi . Aku ikut berjalan .. Makin
lama, ia berlari.. Aku ikut berlari .. Hingga akhirnya aku merasa lelah dan
berkata “ Sampai kapan kau akan berlari? Kau berlari dari siapa ? Kau bisa
menceritakannya padaku !” Ia menoleh ke belakang.. Ada raut yang sulit aku
artikan di wajah teduhnya.. Rasa lelah ? atau rasa sakit? Entah ,,
Dia duduk, lagi .. dan berkata “ jangan mengikutiku jika kamu
tidak bisa berjalan di sampingku.. kamu akan berjalan di belakang, lalu di
samping , dan akhirnya di depan dan tidak menoleh lagi.. begitu perlakuan semua
orang padaku.. ” aku menoleh ke arahnya .. tapi tetap diam, “ tadi aku berkata :
Kamu boleh berjalan di belakangku nanti tepat jam satu siang. Sekarang jangan
berjalan di belakangku dulu “ Ia diam sebentar .. “Pada siang hari , bayanganmu
yang berjalan di belakangku condong kedepan.. Aku sudah sangat puas berjalan di
samping bayanganmu. Bayanganmu tidak akan meninggalkanku bukan? Kamu yang
berjalan di belangku .. entah pada suatu hari nanti ,, pasti akan berjalan di depanku..
dengan seorang putri beruntung yang berjalan di sampingmu. Lalu pada akhirnya,
seperti biasa.. Aku akan berjalan di belakang dengan bayanganmu. Aku tidak
merasa memilikmu, tetapi merasa memiliki bayanganmu. Lebih baik tau bahwa tidak
memiliki dari awal daripada akhirnya tau, bahwa yang kamu miliki di awal
ternyata semu dan akan pergi... “ Aku diam .. mencerna perkataannya, dan mulai
mengerti .. Rasa sakitkah yang ia pendam selama ini? lalu aku berkata “ Jika
hanya bisa saling menggenggam bayang – bayang kita masing – masing, lalu kapan
menjadi nyata? Harus selamanya semu ?” Ia tersenyum.. dan berkata “ Entah,
mungkin kapan .. aku berharap .. bayangan semu itu berubah menjadi kenyataan
dan menjemput perasaan nyataku tanpa menyelipkan kepalsuan di dalamnya..” Aku
tersenyum .. mulai mengerti, dan menoleh ke arahnya. Ia sekarang sudah bangkit,
berdiri, dan berjalan di depanku .. lagi .. Aku masih berjalan di belakangnya,
lau aku mempercepat langkahku, dan berlari lalu berjalan di sampingnya.. Aku
berkata ..
“ Aku menjemputmu ....”
“ Aku menjemputmu ....”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar